News

Penggunaan PLTS Atap Merambah Sekolah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penggunaan PLTS Atap kian ramai diminati masyarakat. Terbaru, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dan dua unit solar charging point bertenaga surya dipasang di Solo, Jawa Tengah. Tepatnya di SD Negeri Kleco 1 & 2 berkapasitas 3,1 kilowatt peak (kWp), serta SMP Negeri 3 Surakarta berkapasitas 4 kWp.

PLTS Atap dan solar charging point yang diresmikan di SD Negeri 1 Kleco Surakarta ini merupakan bentuk dukungan penuh Yayasan Sinar Utama Nusantara (YSUN) dalam pemanfaatan energi baru terbarukan untuk kebutuhan listrik seluruh lingkungan sekolah sebagai penunjang kegiatan pendidikan.

Solusi energi tenaga surya yang dihadirkan pada SD Negeri Kleco 1 & 2 serta SMP Negeri 3 Surakarta dirancang melalui inovasi yang dekat dengan keseharian komunitas sekolah, yakni melalui solar charging point yang merupakan area charging bertenaga surya.

Area ini dapat dimanfaatkan tenaga pendidik, murid, wali murid, dan anggota sekolah lainnya dalam mengisi daya berbagai macam gawai.

Solar charging point sendiri adalah buah inovasi oleh SUN Solutions, yang memiliki fokus terhadap pemanfaatan dan perancangan teknologi bertenaga surya terdepan (cutting-edge solar technology) dalam menciptakan solusi atas kebutuhan energi surya yang bervariasi.

“SUN Solutions percaya bahwa edukasi terbaik adalah edukasi yang melibatkan peran serta langsung. Hal itulah yang kemudian mendasari keberadaan solar charging point di lingkungan SD Negeri Kleco 1 & 2 dan juga SMP Negeri 3 Surakarta. Tidak hanya sekadar stop kontak yang tersedia, namun kami juga menyisipkan pesan bagaimana energi surya dapat diubah menjadi listrik sehingga seluruh penghuni sekolah dapat menyaksikan langsung apa saja teknologi yang digunakan dan bagaimana bentuknya sembari memanfaatkan teknologinya,” tutur Anggita Pradipta selaku Corporate External Affairs Head SUN Solutions & YSUN dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Jumat (11/2).

Anggita menambahkan, pihak YSUN sejatinya memiliki tekad yang besar dalam memberdayakan energi baru terbarukan lewat fasilitas pendidikan.

“Kehadiran PLTS Atap dan solar charging point ini mendekatkan masyarakat dengan upaya transisi energi untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim yang semakin membesar. Memfasilitasi lingkungan sekolah akan memungkinkan pengenalan upaya transisi energi sejak usia dini, yang kami harapkan dapat memperbesar kemajuan dalam pemanfaatan energi baru terbarukan yang akan dilakukan oleh generasi bangsa selanjutnya,” imbuh Anggita.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menyambut baik kolaborasi ramah lingkungan yang terjalin antara Pemerintah Kota Surakarta dan YSUN.

“Pemerintah Kota Surakarta merasa senang dapat bekerja sama dengan pihak yang bersemangat tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan seperti YSUN. Kami berharap pemasangan PLTS Atap dan solar charging point bertenaga surya pada ketiga area sekolah dapat mengembangkan pemahaman pelajar belia di kota Surakarta mengenai pemanfaatan energi tenaga surya, demi menciptakan kota Surakarta yang berkelanjutan kini dan nanti,” jelas Gibran. Ini bukan kali pertama bagi kota Surakarta dalam menjalin kerja sama untuk memberdayakan energi terbarukan di lingkungan sekolah.

Sebelumnya, Gibran juga telah meresmikan pemasangan PLTS Atap berkapasitas 6,3 kWp di SMKN 2 Surakarta dan 5,4 kWp di SMIKN 6 Surakarta pada September lalu. Peresmian PLTS Atap dan solar charging point di area SD dan SMP ini adalah bentuk kesinambungan dari ide Gibran dalam mewujudkan Solo Solar Hub, sebuah inisiasi kota Surakarta dalam pemanfaatan tenaga surya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Etty Retnowati juga mendukung inisiatif YSUN untuk memajukan pendidikan di kota Surakarta lewat pemanfaatan energi baru terbarukan. Dukungan ini kata Etty akan menjadi sebuah contoh yang sangat baik terutama untuk para murid, dalam mengetahui secara penuh proses pemanfaatan energi terbarukan menjadi sumber listrik.

"Mengenalkan gaya hidup ramah lingkungan dari jenjang pendidikan dasar dan menengah dapat menjadi awal dari tumbuhnya pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan," imbuh Etty.

Pemanfaatan energi surya sebagai sumber listrik SD Negeri Kleco 1 & 2 serta SMP Negeri 3 Surakarta akan secara langsung berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi CO2 sebanyak 5.876 kilogram setiap tahunnya atau setara dengan pemakaian 2.956 liter bensin. Nilai pengurangan emisi tersebut sebanding dengan penanaman sebanyak 97 pohon.

Merujuk pada manfaat inilah, baik Pemerintah Kota Surakarta, Dinas Pendidikan Kota Surakarta, maupun YSUN dan SUN Solutions sama-sama berharap agar pemasangan PLTS Atap dan solar charging point pada ketiga area sekolah ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah yang berada di Surakarta maupun kota lain, untuk memanfaatkan energi surya sebagai pilihan energi baru terbarukan dalam menunjang aktivitas belajar-mengajar.

Related Content